Minggu, 26 Oktober 2014
Share |

Profil Bupati



Drs. H. Tjetjep Muchtar Soleh, MM



Drs. H. Tjetjep Muchtar Soleh MM, lahir di Cianjur tanggal 3 Pebruari 1953, terpilih sebagai Bupati Cianjur dalam pilkada langsung Tahun 2011. Sampai saat ini dikaruniai empat orang anak dari istrinya yang bernama Hj.Yana Rosdiana, SH.. beralamat di Jl. Didi Prawira No. 01 RT/RW : 003/015 Kel.Solokpandan Cianjur diangkat menjadi bupati Cianjur untuk periode 2011-2016.

Dedikasinya yang cukup tinggi telah mengatarkan Drs. Tjetjep Muchtar Soleh MM dalam menduduki jabatan dalam kepemerintahan sebagai :
1. Mantri Polisi Kec.Cikalongkulon 1980-1982
2. Pemeriksa Ekonomi dan Kesra 1986-1987
3. Camat Sukanagara 1987-1990
4. Camat Cikalongkulon 1990-1993
5. Kepala Bagian Sosial Setda Cianjur 1994-1998
6. Asisten II Bidang Administrasi Pembangunan 1998-2001
7. Kepala Bappeda Cianjur 2001-2005
8. Asisten III Bidang Administrasi Pemerintahan 2005-2006

Sementara itu riwayat pendidikan baik formal dan nonformal yang telah ditempuhnya sebagai berikut:
A. Pendidikan Formal:
1. SD Negeri Cianjur 1965
2. SMP Negeri Cianjur 1968
3. SMA Negeri (Paspal) Cianjur 1971
4. APDN Bandung 1977
5. Institut Ilmu Pemerintahan Depdagri Jakarta 1985
6. Program MM STIE-IPWI Jakarta 1998

B. Diklat Struktural:
1. SUSPIMPEMDAGRI Ang. I Secapa AD Bandung 1989
2. SPADYA Diklat Propinsi Jawa Barat – Bandung 1994
3. SPAMEN LAN-RI Jakarta 2002

C. Diklat-diklat lain:
1. Penataran Norma Pemeriksaan Bagi Petugas Itwil Kab Cianjur
2. Penataran Pemantapan UDKP
3. Pelatihan Pelembagaan Pemantauan Wilayah
4. Diklat Reinverting Government management
5. Manajemen Sektor Ekonomi Strategis
6. Penyegaran Ketenagakerjaan LK Tripartit

Dengan berbekal ilmu pengetahuan yang dimilikinya tidak heran jika Drs. H.Tjetjep Muchtar Soleh MM, ikut aktif dalam organisasi-organisasi seperti :
1. ICMI Cianjur (Wakil Ketua)
2. PMI Cianjur (Wakil Ketua)
3. IPHI Cianjur (Wakil Ketua)
4. Dewan Mesjid Indonesia Cianjur (Penasehat)
5. MUI Cianjur (Wakil Ketua Bidang Organisasi)
6. BAZIS Cianjur (Wakil Ketua)
7. Yayasan Kanker Indonesia (Wakil Ketua)
8. Yayasan Rereongan Bersemi (Wakil Ketua)

Berbagai aktifitasnya yang begitu padat menunjukkan kepiawaian beliau sehingga, tidak heran jika beliau meraih penghargaan “Medali Perjuangan ‘45” pada tahun 1990.