|
Sebagai pusat pelayanan jasa dan perdagangan, kota Cianjur harus berperan dalam
melayani kegiatan pemasaran komoditi perdagangan ke wilayah lebih luas. Peningkatan
berbagai hasil produksi masyarakat di sekitarnya, terutama di sektor pertanian jelas
memerlukan sarana pemasaran yang lebih memadai. Demikian pula masyarakat konsumen
dalam memenuhi kebutuhan rumah tangganya, memerlukan tempat belanja yang lebih baik
dan lengkap. Oleh karena itu, di kota Cianjur kini terdapat pusat-pusat perdagangan
tradisional tetapi berwajah modern yaitu dengan di bangunnya Pasar Induk Cianjur dan
Pasar Muka Cianjur yang di lengkapi departement store Ramayana. Disamping tempat
pembelanjaan lainnya seperti Pusat Glosir dan Super Mall Mayofield, yang terletak
di Jl. Dr. Muwardi -Rancagoong.Toserba Selamat, di jl.Siliwangi perempatan Joglo Cianjur
 Lapangan Prawatasari Joglo Cianjur : Salah satu sarana olahraga masyarakat Cianjur.
Pertumbuhan dan Perkembangan kota Cianjur pada dasarnya saling
bergantungan dengan daerah yang lebih luas (regional), yaitu berupa
interaksi kegiatan-kegiatan sosial, ekonomi, dan pemerintahan. Selaras
dengan hal tersebut, di dalam konsep pengembangan wilayah regional
Jawa Barat, kota Cianjur termasuk daerah penyangga pengaruh pengembangan
wilayah Bandung Raya.Beberapa fungsi yang sangat menonjol, yaitu sebagai
pusat pemerintah, perdagangan dan jasa, serta pusat pengembangan sosial
budaya. Disamping itu, kota Cianjur di lintasi jaringan jalan antara
kota-kota besar, seperti Bandung dan Jakarta sehingga potensi itu memberikan
dampak yang positif terhadap pertumbuhan Kabupaten Cianjur maupun bagi
kota Cianjur sendiri.
 Pasar Muka : Pasar semi modern wujud kemajuan perekonomian masyarakat.
Untuk memperluas jaringan jalan di kota Cianjur, Pemerintah daerah membangun
jaringan-jaringan jalan baru. Salah satu adalah Jalan Dr. Muwardi-Rancagoong
sepanjang 3,6 km di sebelah timur kota Cianjur. Jaringan jalan ini
menghubungkan arus bolak balik kendaraan dari Jakarta - Bogor - Bandung
yang melewati Sukabumi tanpa harus melewati jaringan jalan di pusat kota
Cianjur yang kepadatannya sudah cukup tinggi. Dengan di bangunnya jalan
tersebut, disamping dalam rangka pengembangan kota Cianjur serta untuk
memperluas pergerakan aktivitas masyarakat perkotaan, juga akan mendorong
perkembangan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi dan sosial budaya sesuai
dengan kebutuhan masyarakat.
 Pusat perbelanjaan : Aman, Nyaman & Lengkap.
Ruas jalan lainnya yang dibangun ialah jalan lingkar belakang terminal
bis Rawabango - Bojong - Maleber di Kecamatan Karangtengah sepanjang 3 km.
Ruas jalan ini di bangun untuk mengurangi kepadatan lalu lintas pada ruas jalan
di depan terminal bus Rawabango.
Sebuah kota tanpa dilihat ukuran besar kecilnya akan selalu dipengaruhi
oleh perkembangan mobilitas dan aktivitas penduduk. Kota Cianjur yang dilintasi
kota-kota besar (Bandung-Jakarta) menuntut adanya peningkatan pelayanan kepada
masyarakat. Hal ini sesuai dengan salah satu tujuan yang ingin dicapai
yakni mewujudkan kota Cianjur yang nyaman dan membetahkan sebagai salah satu
tujuan investasi dan pariwisata andalan.Untuk itu dilakukan re-design / penataan
dan pembenahan kembali kota Cianjur melalui Revisi Tata Ruang Kota Cianjur.
Dalam rangka memperluas kota Cianjur, ada obsesi yang ingin diwujudkan dalam
strategi jangka panjang yaitu ; pembangunan jalan lingkar timur dari awal ruas Workshop
sampai akhir ruas Rawabango, pembangunan jalan tembus awal ruas jalan Sindanglaka sampai
akhir ruas Rawabango dan pembangunan/relokasi sub terminal di Kawasan ,
Sindanglaka, Karangtengah dan Warungbatu Panembong. Masyarakat Cianjur dikenal
sebagai masyarakat yang 'nyantri' religius. Hal tersebut dibuktikan dengan
semakin menguatnya komitmen masyarakat Cianjur untuk melaksanakan Syari'at Islam
dalam kehidupan sehari-hari dengan tetap berada dalam kerangka Negara Kesatuan Republik
Indonesia.
|