Kamis, 23 Oktober 2014
Share |

Siswa Madrasah Diniah (MD) Meningkat Di Kabupaten Cianjur

22 Januari 2010, 10:10 WIB
Pengenalan Pendidikan terhadap usia dini cukup baik terutama pendidikan yang berbasis keagamaan salah satunya adalan Madrasah Diniah, sebuah pendidikan non formal yang mendidik putra putrinya lebih banyak mengenal materi keagamaan selain materi lainnya. Sejalan dengan Visi-Misi Cianjur, mewujudkan msyarakat Cianjur yang Berakhlaqul Karimah, mengenal masalah pendidikan agama lebih awal akan sangat membantu mewujudkan Visi-misi tersebut.
Berkaitan dengan itu di Kabupaten Cianjur minat siswa yang mengikuti pendidikan madrasah diniyah mengalami peningkatan, terbukti tahun 2010 ini mengalami peningkatan cukup Signifikan. Kepala Seksi (Kasi), Pekapontren Departemen Agama (Depag), Cianjur, Ery jhonaedy mengatakan, saat ini jumlah siswa mengikuti sekolah Non Formal Madrasah Diniah (MD) di Kabupaten Cianjur sudah mencapai 81.778 orang. Jumlah tersebut dibagi ke dalam dua jenis golongan. Dari tahun ke tahun, siswa MD mengalami peningkatan, hal ini didasari dari tingkatnya kesadaran masyarakat yang tinggi akan pentingnya bekal dasar agama bagi anak usia dini atau usia sekolah 9 tahun, juga sosialisasi MD secara berkesinambungan, menurut Kasi Pekapopontren jumlah tersebut terbagi ke dalam dua jenis, pertama laki-laki sebanyak 39.432 orang dan perempuan sebanyak 42.346 orang, kemudian, lokasi tempat proses pembelajaran , yaitu di pondok Pesantren 426orang dan di luar pesentren 824.orang.

Adapun kurikulum untuk Madrasah Diniah (MD) tersebut merujuk ke MD Pekapontren Depag Pusat ,lamanya pembelajaran MD mencapai 4 tahun, dan proses belajar mayoritas dimulai siang hari, karena untuk pagi siswa masih belajar di sekolah formal atau di SD dan MI. Mata pelajaran yang diberikan antara lain Ilmu Fikih, Akidah Akhlak, Tajwid Khot, Iqro, Imla dan lain - lain. Secara Payung Hukum MD telah memiliki peraturan pemerintah no 55 tahun 2007 tentang pendidikan Agama dan Pendidikan keagamaan serta Peraturan Bupati Cianjur (Perbup) no 12 tahun 2006 tentang Pemberdayaan Pendidikan Diniyah. Selanjutnya, rencana Pemda akan dijadikan Peraturan Daerah (Perda). Hal itu dimaksudkan, untuk memperkuat keberadaan MD di tengah-tengah masyarakat.

Dengan direncanakannya Perbup menjadi Perda, maka payung hukum MD akan lebih jelas di Cianjur, dan keberadaan Madrasah Diniah sendiri untuk mensyiarkan dan meningkatkan pemahaman dan pengamalan Agama Islam kepada Generasi Muda yang masih dini, karena kalau pemahaman pendidikan terhadap Agama Islam diberikan secara dini kepada Generasi Muda akan menghasilkan Generasi yang tangguh dan berakhlakul karimah sesuai dengan Visi dan Misi Kabupaten Cianjur.