Minggu, 19 Februari 2017
Share |

Waspada Terhadap Demam Berdarah Dengue (DBD)

12 Mei 2016, 10:03 WIB
Kabupaten Cianjur masih diguyur hujan mengakibatkan timbulnya gangguan pada kesehatan masyarakat seperti penyakit demam, flu, pilek juga terganggunya Saluran Pernapasann Akut (ISPA), juga penyakit yang lainnya serta yang tak kalah penting untuk mewaspadai masyarakat adalah Demam Berdarah Dengue (DBD).

Menurut Dr Adrianto Handoko menjelaskan, tak hanya di musim kemarau saja DBD dinilai berbahaya. Bahkan saat dimusim hujan pun DBD masih dianggap sebagai salah satu penyakit yang berbahaya. Selain dapat menganggu kesehatan, dampak penanganan yang salah akan menyebabkan kematian bagi penderitanya, dihimbau masyarakat untuk lebih aktif dan peduli dalam menjaga kebersihan lingkungan. Karena dimusim hujan suka ada genangan genangan air yang terjadi dan berada tak jauh dari lingkungan tempat tinggal masyarakat.

Air hujan yang menggenang dapat menjadi habitat maupun tempat berkembak biak nyamuk untuk itu langkah 3M seperti menguras, mengubur dan menutup menjadi solusi untuk memerangi nyamuk aedes aegypty. Tak hanya 3M saja, masyarakat pun wajib menumbuhkan kesadaran untuk menanam abate pada tempat penampungan air. Akan sangat berbahaya apabila bak atau ember jarang dikuras karena menjadi sarana nyamuk berkembang biak.

Ciri-Ciri DBD mudah untuk diketahui. Bintik merah pada tubuh disertai demam tinggi menjadi salah satu tanda khusus terjangkit DBD. demam tinggi yang pernah terjadi dan seolah hilang patut diwaspadai. Pasalnya, demam yang turun itu merupakan salah satu bagian atau fase dari ciri-ciri terjangkit DBD. lebih baik segera periksakan kondisi kesehatan ke tempat pelayanan kesehatan. Dan selalu utamakan perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PBHS) yang baik dan benar. (rc,yaz/tim mc kab.cianjur)